Teruslah Menjadi Baik

Menjadi lebih baik
Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan meng’azab sebelum Kami mengutus seorang rasul. (QS. Al Isra : 15 )

Tiada terasa Tahun 1435 H telah berlalu seiring dengan kedatangan para Jamaah Haji dari Indonesia, semoga kehadiran para tamu Allah ini menjadi Haji/Hajjah Mabrurah (Haji yang Mabrur), karena dengan banyaknya Haji yang mabrur, maka kedamaian, kesejahteraan, ketentraman dan kemakmuran di negeri ini akan semakin mudah terwujud. Salah satu ciri haji mabrur adalah Perilaku, perkataan dan perbuatan seorang yang baru pulang ber-Haji semakin baik, lebih baik dari pada saat dia sebelum berangkat Haji, semoga.

Sehingga terdapat kaitan yang sangat erat nilai ibadah haji seseorang dengan perilaku yang bersangkutan di 3 (tiga) waktu yaitu perilaku/amal/perbuatan sebelum berangkat haji, niat & perilaku pada saat yang bersangkutan menjalankan ibadah haji, serta yang terpenting adalah setelah pelaksanaan/pulang dari menunaikan ibadah haji, lebih baik-kah atau sebaliknya?

Pada hakikatnya kita sebagai manusia hidup hanya 3 (tiga) hari saja, yaitu pertama adalah Hari Kemarin, hari yang telah kita lalui, waktu yang tidak dapat kita putar kembali. Lalu yang kedua adalah Hari Ini, yaitu dimana hari-hari yang kita jalani, waktu dimana saat kita menentukan, apakah kita akan semakin menambah amal kebaikan ataukah sebaliknya menumpuk-numpuk dosa dan kemaksiatan kepada Allah SWT.

Hari ini merupakan hari yang dibawah kendali kita, hari yang akan dengan mudah kita isi dengan berbagai kegiatan, baik dengan sukarela maupun terpaksa, karena hari ini kitalah penguasanya, dan kitalah yang akan menentukannya.

Sedangkan hari ke-3 adalah esok hari, ini merupakan masa depan, hari yang belum jelas kita jalani, namun dapat kita prediksi kehadirannya dengan berbagai rencana-rencana yang telah kita susun, dengan berbagai keinginan-keinginan yang telah kita buat.

Hari kemarin memacu dan menentukan sikap kita dihari ini, dan hari esok merupakan harapan dan impian terhadap semua keinginan, rencana-rencana dan cita-cita kita untuk dilaksanakan dan diraih sebaik-baiknya.

Hari kemarin merupakan cerminan bagi orang yang ingin terus berubah, yang ingin terus memperbaiki diri, tentunya bagi seorang yang ber-Iman, kualitas dan kuantitas amal kebaikan akan menjadi parameter utamanya. Hari kemarin adalah cermin yang jujur, yang telah menorehkan berbagai aktivitas kita, tertulis secara paten dan abadi, tidak dapat dihapus lagi!

Harusnya ini menjadi koreksi diri, karena hari kemarin akan menentukan sikap kita hari ini, apakah akan menjadi semakin baik atau akan menjadi semakin buruk. Namun, tentu bercermin tidaklah perlu lama-lama, melihat spion janganlah sering-sering, menoleh kebelakang tidaklah membutuhkan energi dan waktu yang besar sehingga kita tidak sempat untuk menatap masa depan.

Hari esok adalah harapan, apabila kekurangan diri dihari kemarin tidak dapat seutuhnya kita tutupi dihari ini, maka akan ada hari esok yang penuh harapan, tentunya harapan ini bukan tanpa resiko, seorang yang hanya mengandalkan hari esoknya untuk merubah diri, maka petaka bisa saja terjadi. Apa? Saat dimana kita tidak lagi dapat melihat mentari esok pagi, saat dimana hari esok yang penuh misteri tiada lagi menghampiri, saat dimana ruh, jiwa dan jasad tidak lagi bersatu padu menggapai harapan, yaitu disaat Sang Khaliq memanggil kita untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatan, saat itulah hari esok tinggal harapan, tanpa pencapaian.

Agar kita senantiasa selamat, jadikan hari kemarin sebagai evaluasi, teruslah bekerja keras memperbaiki diri di hari ini, ingat hanya HIDUP, ber-AKTIVITAS dan ber-AMAL dihari ini, maksimalkan itu, karena hari ESOK tiadalah pasti.

Namun yakinlah bahwa disetiap hari esok Allah SWT senantiasa memberikan harapan baru, dunia baru, cara pandang baru dan juga masalah berserta berbagai turunannya yang juga baru. Nah, di Tahun Baru 1436 H ini harusnya kita persiapkan diri lebih baik lagi, bukan untuk sekedar menulis harapan-harapan kosong yang aksi, namun dengan mengisinya di HARI ini, dihari dimana kita hanya dapat menjalaninya, dan dimana amal perbuatan kita akan dimintai pertanggung jawabannya. Tiada guna menyesali hari kemaren, dan percuma mengangan-angan hari esok, berbuatlah sekarang juga, dimulai dari diri sendiri saja! (doel)
Teruslah Menjadi Baik Teruslah Menjadi Baik Reviewed by lazismupmmp on 6:50 AM Rating: 5