Belajar Berjuang Dari Bah Dariya & Fatimah


 Salam BERANDA USSYDA

Untuk kesekian kalinya KL Pakusari mendapat kesempatan bersilaturahmi sekaligus memberikan santunan kepada dua janda yang sangat memerlukan bantuan, setelah sebelumnya seorang donatur menghubungi tim lazismu sekaligus berdonasi untuk program BERANDA.(24/02/2018)

Adalah Dariya (71), perempuan lansia yang menjalani kehidupan penuh keprihatinan. Selama puluhan tahun harus tinggal seorang diri di gubuknya. Janda tua ini adalah warga Dusun Mrapen, desa Sumber kejayan Kec. Mayang Kab. Jember. Rumah yang ditempatinya sebagian terbuat dari bata sebagian dari gedhek, lantainyapun masih tanah.


Demi bertahan hidup, Bah Dariya yang hidup sendiri ini sehari-hari bekerja sebagai pengrajin anyaman tampah nampan, sekitar 100 anyaman ia selesaikan dalam waktu satu minggu bahkan kadang lebih, kemudian anyaman itu ia setor kepada juragan tampah yang juga tetangga dekatnya,  setiap 100 anyaman tempeh diberi harga Rp 30.000. Ya Allah. Nilai upah yang sangat jauh dari kata cukup, apa lagi dengan kondisi Bah Daria yang sudah tidak muda lagi. Saat Tim lazismu berkunjung beliau masih duduk sedang menganyam bambu untuk tampah nampan, walau usianya sudah kepala 7 beliau masih cekatan. Ya Allaah. Pantaskah kita yang masih muda ini hanya berpangku tangan menjemput rezeki dari Allah yang bertebaran di bumi ini ?

Setelah berkunjung dan memberikan santunan untuk Bah Dariya, tim Lazismu Pakusari berpindah ketempat ke 2 yang masih tetangga depan rumah Bah Dariya, adalah Siti Fatimah (14), yatim yang tinggal dengan Bu Su (68) Ibu Fatimah yang juga seorang janda. Sebenarnya Bu Su ini masih memililki dua anak yang masih dalam tanggungannya, namun karena anak tertua sering ke luar kota untuk mencari nafkah tinggallah dia bersama Fatimah.


Bu Su tak memiliki pekerjaan tetap yang bisa diharapkan untuk menopang hidupnya, asal ada yang memintanya bekerja ia siap dengan suka rela,  berjualan gorengan sampai mencari padi saat musim panen pernah dia jalani. Fatimah yang masih duduk di kelas  VII ( 1 MTS ) ini pun tak mau tinggal diam duduk manis melihat sang ibu kesana kemari mencari sesuap nasi, disaat anak-anak lain seusianya sibuk bermain gadged, fatimah sang anak yatim ini rela mengorbankan waktu bermainnya untuk menjualkan gorengan milik tetangganya.



Saat Tim Lazismu berkunjung, Fatimah ini masih berkeliling untuk menjajakan gorengannya. Sang Ibupun dengan segera menjemputnya untuk menemui Tim lazismu, Ya Allah, dalam keadaan sedikit basah dia tergesa-gesa menemui tamunya.


Terlihat masih penuh keranjang gorengan yang dia bawa hari ini, masih tersisa 44 dari 60 gorengan yang harus dia jajakan. Tim Lazismu berinisiatif untuk membeli semua gorengan Fatimah, "Seklangkong pak" (terima kasih pak), ungkap Fatimah setelah menerima uang gorengannya.

Alhamdulillaah tim Lazismu bisa menyampaikan amanah dari donatur berupa  beras untuk Bah Dariya dan Bu Su dan Uang Saku untuk Adek Fatimah. (Herman/Nanang/Hari)

Semoga Program BERANDA & USSYDA ini bisa sedikit mengurangi beban mereka

KL Pakusari
Tiada Henti Memberi Untuk Negeri

----------
Donasi ZISQW (Zakat, Infaq, Shodaqoh, Qurban & Waqaf)

Madiri : 1430014286445
BSM : 7060680207

an : lazismu ponpes Pakusari

Layanan Jemput Donasi :
Herman  : 082337178629
Hari        : 085236188444
Belajar Berjuang Dari Bah Dariya & Fatimah Belajar Berjuang Dari Bah Dariya & Fatimah Reviewed by lazismupmmp on 6:38 PM Rating: 5